Freedom

jafis06

  • 10:25:36 am on September 27, 2007 | # | 1

    Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan
    membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini
    justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna  sesungguhnya dari
    kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan  terbebas dari
    penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong  mekarnya sekuntum
    bunga yang paling indah di dunia.
    Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak
    laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan  saja,
    seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi
    nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata :
    "Makanlah nak, aku tidak lapar"
     ---------- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA
    
    Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu
    senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekiat rumah, ibu  berharap dari
    ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan  bergizi untuk
    petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan  yang segar dan
    mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu,  ibu duduk disamping gw
    dan memakan sisa daging ikan yang masih  menempel di tulang yang merupakan
    bekas sisa tulang ikan yang aku  makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati
    juga tersentuh, lalu  menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku.
    Tetapi ibu dengan  cepat menolaknya, ia berkata : "Makanlah nak, aku tidak
    suka makan  ikan"
     ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA
    
    Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku,
    ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api  untuk
    ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang  untuk
    menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun  dari tempat tidurku,
    melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan  dengan gigihnya melanjutkan
    pekerjaanny menempel kotak korek api. Aku  berkata :"Ibu, tidurlah, udah
    malam, besok pagi ibu masih harus  kerja." Ibu tersenyum dan berkata
    :"Cepatlah tidur nak, aku tidak  capek"
    ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA
    
    Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi
    ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari,  ibu
    yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama  beberapa
    jam.Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah  selesai. Ibu
    dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah  disiapkan dalam
    botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental  tidak dapat dibandingkan
    dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh,
    aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum.
    Ibu berkata :"Minumlah nak, aku tidak haus!"
    
    ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT
    
    Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap
    sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia
    harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita  pun
    semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi
    keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati  yang tinggal
    di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar  maupun masalah
    kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat  kehidupan kita yang
    begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk  menikah lagi. Tetapi ibu
    yang memang keras kepala tidak mengindahkan  nasehat mereka, ibu berkata:
    "Saya tidak butuh cinta"
    ----------KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA
    
    Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan
    bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau,
    ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit  sayur untuk
    memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang  bekerja di luar kota
    sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu  memenuhi kebutuhan ibu,
    tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang  tersebut. Malahan mengirim
    balik uang tersebut. Ibu berkata : "Saya  punya duit"
    
    ----------KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM
    
    Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian
    memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat
    sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja  di
    perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa
    ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik  hati,
    bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku "Aku tidak terbiasa"
    ----------KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH
    
    Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung,
    harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di  seberang samudra
    atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk  ibunda tercinta. Aku
    melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya  setelah menjalani
    operasi.Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku  dengan penuh kerinduan. Walaupun
    senyum yang tersebar di wajahnya  terkesan agak kaku karena sakit yang
    ditahannya. Terlihat dengan jelas  betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku
    sehingga ibuku terlihat  lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku
    sambil berlinang air  mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam
    kondisi seperti  ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : "Jangan
    menangisanakku,Aku  tidak kesakitan"
    ----------KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.
    
    Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup
    matanya untuk yang terakhir kalinya.
    Disadur dari email kiriman temen nih..........
    
    Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa
    tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : " Terima kasih ibu ! "
    Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah
    ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk
    berbincang dengan ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktivitas kita  yang
    padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk  meninggalkan ayah ibu
    kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan ayah  dan ibu yang ada di
    rumah.Jika dibandingkan dengan pacar kita, kita pasti lebih peduli dengan pacar
    kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar kita, cemas  apakah dia
    sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di  samping kita.
    Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita?
    Cemas apakah ortu kita sudah makan atau belum? Cemas apakah ortu kita
    sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita renungkan kembali lagi..
    Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu kita,
    lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata "MENYESAL" di kemudian hari.

     

     

Comments

  • niar 2:26 pm on 26/02/2008 | # | Reply

    benar fis.. aku tlh sangat kehilangan papa yg aku cintai,ketika beliau pergi dunia seperti kiamat,setiap ada cobaan yg menimpaku ingin rasanya aku menyusul papa,tp aku ingat.. ada mama yg msh ingin melihat aku bahagia tanpa mengharapkan aku perduli apakah beliau bahagia atau tidak……. kasih sayang mereka tidak bisa aku samakan dengan kasing sayang orang lain kecuali allah……….


Leave a Comment