Freedom

jafis06

  • 12:25:28 am on October 19, 2008 | # | 8
    Tags:

    selalu terngiang di pikiran jafis kenangan berfoto masa kecilku, saat itu belum adanya namanya kamera digital. Semua kamera masih analog yang menyebabkanku harus berpose dengan benar, sebab hasilnya tidak bisa dilihat langsung di kamera.

    Sejarah lomografi diawali dengan kamera yang dikembangkan oleh perusahaan bernama Leningradskoye Optiko-Mechanichesckoye Obyedinenie (LOMO), sebuah perusahaan yang memproduksi lensa untuk alat-alat kesehatan, alat-alat persenjataan, dan lensa kamera di St Petersburg, Rusia.

    Don’t think, just shoot. Potret saja, tidak perlu mikir, itulah slogan yang diamini oleh para pengguna kamera lomografi. Keterbatasan fasilitas yang dimiliki kamera lomografi justru memberikan kekuatan bagi para lomografer, tidak perlu merisaukan pengaturan efek, cahaya dan setting lainnya. Semua ttinggal foto saja.

    Pada tahun 2004, Tommy Haryanto dan beberapa rekannya berusaha mengumpulkan penggemar lomografi di Indonesia dan membuat sebuah komunitas.dimulai dengan membuat milist Lomonesia

    Lahirnya Lomonesia dimulai ketika Tommy Haryanto dan Gloria Martie, dua orang yang bekerja di sebuah perusahaan periklanan, mengikuti seminar yang diselenggarakan jaringan perusahaannya di Pattaya, Thailand, tahun 2001.

    komunitas Lomonesia terus berkembang dengan cepat. dari Diskusi di milist tersebut akhirnya mereka membuat situs resmi Lomonesia Indonesia . Di salah satu situs jaringan sosial tersebut penggemar lomografi bisa berbagi informasi mengenai perkembangan dunia lomografi.

    Komunitas Lomonesia merupakan bagian dari komunitas Lomografi Internasional. Penggemar lomografi di
    seluruh penjuru dunia bergabung di Lomographic Society International dengan situs lomography.com

    ”Saat ini anggota Lomonesia sekitar 900 orang, tersebar di seluruh Indonesia,” ujar Anwar Syarifuddin (29),Project Manager Lomonesia. Komunitas Lomonesia berdiri pada 5 Agustus 2004. KOMPAS 19/10/2008

    Anggota Lomonesia terdiri atas kalangan beragam, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga karyawan. Lomografi mampu merebut hati penggemar fotografi karena selain hasil foto yang khas, harga kamera lomografi dan aksesorinya relatif murah. Harga berbagai tipe kamera lomografi Rp 400.000-Rp 1 juta. Jenis kamera yang relatif mahal adalah LOMO LC-A dengan harga sekitar Rp 3 juta dan Horizon Perfect dengan harga sekitar Rp 5 juta.

     

Comments

  • konsultasi kesehatan 7:31 am on 17/11/2008 | # | Reply

    salam kenal aja…masih belajar banyak tentang blog dan ngeblog
    salam sehat…

  • dhita 6:31 am on 25/11/2008 | # | Reply

    hmm .. pengen cari kamera lomo ..
    di surabaya dimana ya ?

  • fajar 8:20 am on 24/01/2009 | # | Reply

    sory mw tanya untuk biasa ngumpulnya dmn ya?

  • jafis 2:06 pm on 24/01/2009 | # | Reply

    coba ikut milistnya mas…

    nanti disana bisa berinteraksi lebih lanjut dg sesama pengguna lomo

  • ibel 4:20 am on 07/03/2009 | # | Reply

    gw sbenernya dah mulai suka lomo dr taun lalu apalagi kbetulan waktu itu o-channel nayangin komunitasnya. n makin suka tertarik degh tp masalahnya gw blom punya kameranya. hehe.. tp bole donk minta masukan yg bisa ngasilin fotonya yg bisa bermacem2 warnanya..

  • achenk 1:46 pm on 27/03/2009 | # | Reply

    bro beli nya dimana yah..bisa tolong kasih info gg..thx b4..
    kalo nisa tolong di email ke gw dong..thx bgt buat yg mau bantu..hhe

  • natasha 1:05 pm on 19/10/2009 | # | Reply

    kemaren saya beli lomo yang diana mini, tapi pas udah jepret sana jepret sini, tau tau pas dicetak ga ada gambarnya.. apa ya yang salah? saya udah coba cek format-formatnya dan semuanya bener.. gimana ya ? thanks .. :)

  • tukangpoto 1:24 pm on 08/11/2009 | # | Reply

    Sepertinya harus dicoba nih untuk sejenak keluar dari stres aturan fotografi yang baku..hehe.


Leave a Comment